Sabtu, 22 Februari 2014
It's getting late but .....
I'm laying on my bed, getting tired of counting the sheeps. And the sheeps must be tired jumping forward and backward either, I supposed. Yet, still, can't even close my eyes for less than 5 eeconds. I'm fully alert now.
Anyway, it's raining and quite chilly now. But I like it. :)
Kamis, 15 November 2012
An Apple or A Green Robot?
W: Dad, would you please buy me an Apple?
D: You have a green robot already kan?
W: Errrr... I do.
D: To me, you are my little girl and always. Hence, I prefer you play with green robot than an Apple. A green robot is more like a doll while an Apple has no doll look at all even at a glance.
Selasa, 11 September 2012
To You, A Boy who was Born to be A Basket Ball Player and A Bank Director
For a time being, I had someone with whom I could jabber about anything in the night when my mom and dad had to go somewhere.
For a time being, I had a counterpart, a partner in crime in my house.
For a time being, I had someone to whom I could yell due to not so important reasons such as losing a pencil.
For a time being, I had someone to whom I could ask for favors such as drive me to school, buy me ice cream, teach me playing basket ball.
For a time being, I had someone who always gave ridiculous excuses for so many thing.
But it was ago. Now, he’s no longer here.
If only you read this writing (I know it’s impossible unless heaven has access to the Internet) I want to tell you that now your room is my room. Right after you left for your life afterlife, I moved to your room. It’s nice to be here. I feel as if you’re here. It feels like I can talk to you anytime I want, just like we used to be. Though I am not using either your bed or wardrobe, I am still using your rulers. I still keep the ruler you gave to me and I promise you that I won’t lose it.
People say that time will always heal everything, but I don’t think so. There are several things which time can’t do anything about. One of those things is a sense of missing. We—I, mom, and dad— always miss you. Mom’s always going misty-eyed whenever we talk about you, whenever someone, even unintentionally, is saying your name.
I don’t know whether you already know about this or not, but I’ll just tell you that the basket ball court where you used to play every afternoon is now a housing area. There is no longer a basket ball court in front of our house. I was so disappointed for losing a place which remains me about you, but what can I do? I can do nothing. My saving is not that much that make it possible for me to buy the land.
I’m sorry for being so spoiled. I’m sorry for never addressing you properly with ‘mas’ before your name. I’m so sorry for hiding Bobo until the next edition is delivered. You know, Bobo is now pricy for a magazine.
Time moves pretty fast. It’s been a windu after you left me, mom, and dad. By all means, I miss you. I’ve grown up as the only child for these last eight years, yet I don’t know whether I have made mom and dad proud or not.
If only you’re here, I’ll buy you durian and cempedak as much as you want although I hate the smell. But ya... I know you are not here... I wish we live in the same neighbourhood in our life afterlife... I wish my wish will be granted... Amin.
Kamis, 26 Januari 2012
Jadi, Apa Nama Mata Uang Surgawi?
Ibu : yes. Kalo nggak sempat minta ke ibu, pake uangmu dulu aja ntar habis berapa ibu ganti.
Saya : errrrr... tapi harganya *tiiiiiitttttt*, ib. Nol-nya banyak gitu e.
Ibu : ah, nggak apa-apa. Kalo uang habis, ntar tak mintakan ke Allah. Allah Maha Kaya, ATMnya di mana-mana.

Saya :

Senin, 28 Maret 2011
Earth Hour 2011
Meskipun kalo diitung, partisipasi saya cuma seucrit, tapi rasanya senang, bangga, haru gimana gitu. Pokoknya mejikuhibiniu deh udah ikut memperpanjang umur bumi (walau cuma beberapa detik). Tapi sayang, rasa nan unyu itu harus sedikit ternoda ketika saya tau keadaan rumah tetangga saya. Dari sekian tetangga saya, cuma satu tetangga saya yang kooperatif, bahkan salah satu tetangga sebelah rumah saya pas sangat menjengkelkan. When people around the world try to lengthen the earth’s life expectancy, he turn on his air conditioner and lamps. Kok saya tau dia nyalain AC? Jelas saya tau, kipas AC-nya deket kamar saya dan suaranya kedengaran. Bikin gregetan pengen teriak, “Woy! Matiin noh lampu-lampu sama AC. Earth Hour nih! Earth Hour! Jangan masa bodoh gitu, partisipasi panjangin umur bumi dong. Kalo bumi come to the end, ente mau tinggal di mane coba?!”. Tapi yah, apa mau dikata? Beda kepala beda otak. Anak sama bapak yang satu rumah aja bisa beda pikiran, apalagi yang satu RT.
Oke, abaikan noda pada euforia Earth Hour. Terserah apa yang terjadi di bawah atap tetangga, nggak perlu dipikirkan. Alhamdulillah di rumah saya Earth Hour tidak ternoda. Bapak saya bahkan sampai menunda nge-charge hp sampai lewat jam 10 malam. Ibu saya pun nunda masak nasi demi Earth Hour, meskipun percakapan ini harus terjadi.
Bapak : semua lampu dimatikan kan? Tapi nge-charge hp gpp kan?
Kepompong : hmmm...
Bapak : yayaya. Harus nunggu. Yayaya *ngalungin charger hp, matiin hp*
Ibu : lha masak nasi?
Kepompong : he?
Ibu : harus nunggu kan? Yayayaya
Dan alhamdulillah juga saya nggak piara ikan maupun sedang dalam usaha menetaskan telur ayam, penyu, maupun T-Rex, jadi lampu-lampu di rumah saya bener-bener mati total. Untuk ini, saya berterima kasih pada NGC karena selama 30 menit (jam 19.30-20.00) sebelumnya bikin serangan fajar berupa sosialisasi Earth Hour 2011. Bapak sama ibu saya jadi bener-bener yakin, no doubt, kalo meskipun cuma satu rumah yang matiin lampu, itu juga udah nyumbang beberapa detik buat memperpanjang umur bumi nan baik dan nggak sombong ini.
Berbagai hitung-hitungan tentang berapa banyak penghematan energi selama Earth Hour kasih liat jumlah yang fantastis. Saya jadi mikir, kenapa pemerintah seluruh dunia nggak kompakan bikin Earth Hour jadi “it’s a must thing” aja? Caranya dengan kompakan matiin power supply selama Earth Hour, kecuali buat penerangan jalan, sistem komputerisasi, dan hal-hal krusial lain. Yang di stop supply listriknya yang ke arah permukiman penduduk aja. Kan kalo kaya gitu Earth Hour yang cuma satu jam setahun itu jadi efektif banget dan angka-angka hasil berbagai penghitungan penghematan energi jadi semakin fantastis dan wow. Hasilnya Bumi jadi lebih lama masa eksistensinya...
Temuan selama satu jam dalam kegelapan :
1. Kompor gas bisa dijadikan lampu di dapur.
2. Buat yang rumahnya ngadep ke gunung, ketika rumah dalam kondisi gelap gulita, keluar rumah dan liat ke arah gunung deh. Pasti jadi bersyukur banget punya mata, jadi bisa liat pemandangan nan mempesona, titik-titik cahaya warna-warni lampu di gunung. Kelap-kelip gitu. Duit satu karung, berlian satu keranjang, mutiara segede batu kali pasti kalah mempesona dah!
3. Yang ini dari bapak saya, no lamps at all bikin meditasi tambah khusyuk. Katanya berasa lebih adem, tenang gitu.
4. Tidur jadi lebih nyenyak (kata sepupu saya).
5. Jadi bisa lebih menghayati pas denger themesong Tropicana Slim yang judulnya Remember, apalagi kalo sambil minum susu cokelat anget.
Selasa, 31 Agustus 2010
Cerita Cuci Mencuci
Kejadiannya udah lama, lupa kapan tepatnya.
Tempat : car wash lupa namanya, selatan masjid Al Mukaromah
Kebetulan lagi sepi, cuma ada satu mobil sebelum saya. Saya nunggu di ruang tunggu yang kosong, nggak ada orang. Selang 5 menit ada bapak bapak datang.
Sibapakbapak : nyuciin mobil, mbak?
Kepompong : iya, pak.
Sibapakbapak : masih SMA ya?
Kepompong : iya, pak. ( kebetulan saya pake rok putih, kaya rok seragam SMA. Lagian waktu itu saya belum masuk kuliah, jadi anggap aja masih anak SMA )
Sibapakbapak : SMA mana, mbak?
Kepompong : SMA 1 KRA, pak.
Sibapakbapak : oh, ya deket. Cuma tinggal ke selatan dikit.
Kepompong : hehe, iya, pak. ( iya iya mulu, kaya pembantu baru )
Sibapakbapak : hebat ya anak SMA jaman sekarang.
Kepompong : emang kenapa, pak?
Sibapakbapak : masih SMA aja mobilnya udah Camry. Saya yang udah kerja
Kepompong : hah? Siapa tuh, pak?
Sibapakbapak : lha ya mbaknya ini. Itu mobil mbak kan? ( sambil nunjuk si camry item )
Kepompong :

Bukan, pak! Itu bukan mobil saya. Punya saya yang biru itu, itu pun punya ibu sama bapak saya, saya cuma disuruh nyuciin aja.Sibapakbapak : oh, saya kira itu mobil mbak.

1. saya punya muka orang kaya. Biar pun masih SMA udah dikira jadi owner Camry.

2. saya punya muka orang rajin nabung. Jadi bisa menang undian tabungan dari BNI/ Mandiri/ entah bank apa, mungkin bangbangtut, dapat si Camry item.

Secara ini lagi bulan puasa dengan matahari yang lagi semangat semangatnya membuat orang semakin haus bin dahaga, saya dengan senanga hati menawarkan jasa mencuci mobil tanpa bayaran serupiah maupun segenggam berlian pun kepada ibu saya. Siang siang, panas panas, main air. Betapa indahnya bulan puasa ini. .

Pas lagi seru serunya
Ternyata dari temen saya.
Kepompong : halo, assalamua’alaikum.
Temensayadiujungcorong : eh, pembantumu baru ya? ( beuh! Boro boro jawab salam, nanya nomernya bener atau nggak pun tidak )
Kepompong : persimi, ini dari sapa ye?
Temensayadiujungcorong : halah, ini *tiiiittt* ( dia sebut nama ).
Kepompong : oh. Apa tadi? Pembantu baru? Nggak i. Kenape ?
Temensayadiujungcorong : gapapa. Cuma tadi pas lewat rumahmu kok ada sesosok perempuan nyuci mobil. Tak pikir pembantumu baru.

*ngusap ingus + air mata.
Minggu, 29 Agustus 2010
Masak Rusak?

Nggak usah ribet ribet, manfaatkan aja apa yang ada di rumah. . .

Kamis, 24 Juni 2010
jadi, masih kuperkah saya?
Ibuku sayang, anakmu sekarang sudah bikin account facebook. Jadi, masihkah engkau sebut dia kuper?
Jumat, 07 Mei 2010
Selasa, 20 April 2010
escape to kebon

Minggu, 11 April 2010
undangan
Jumat, 02 April 2010
Sok Kenal

tetanggasaya : sapa, dir?
tementetanggasaya : lha mbuh
saya : lha kok mbok celuk pakdhe?
tementetanggasaya : hehe. aku ya nggak kenal og. asal mbengok wae
saya dan tetanggasaya : *saling tengok trus

*
Selasa, 30 Maret 2010
Senin, 01 Maret 2010
facebook-cuma komentar
Tapi keabsenan saya dari situs situs jejaring sosial itu ternyata rada mengusik bapak ibu saya. "Mbo ya fesbukan ngono ta, nda", "mbo ya ngoceh ngoceh di twitter ngono ta, nda", kata bapak ibu saya berkali kali. Tapi karena saya, kalo kata ibu saya, orang yang konstan, jadi sekali nggak mau ya nggak mau.
Kemarin di sekolah
saya duduk, di kanan saya ada si A, 2 bangku di kiri saya ada si B.
B : winda!
S : apa?
B : tolong ndang omongke si A, wall-ku ndang di bales.
S : *rada bengong, mbo ya ngomong langsung napa?* ya.
S : A, wall e B ndang di bales.
belum sampai saya negok, eh tau tau si B udah teriak aja " hoi, ndang di bales".
S: tuing2
Hari ini, di rumah
Bapaksaya : aku mau ngobrol ngobrol karo cah kantor tentang facebook.
Ibusaya : ya, trus?
Saya : *cuma dengerin*
Bapaksaya cerita :
temenbapaksaya1 : pak, winda gadhah fesbuk boten?
bapaksaya : ora i, ngapa ta?
temenbapaksaya1 : ajeng kula add ngaten lho.
temenbapaksaya2 : wah, nggih sae no, pak, dek winda boten fesbukan.
bapaksaya : lha ngapa ta?
temenbapaksaya2 : lha nggih ngaten niku, boten kegoda macem macem.
bapaksaya : kegoda apa ora iku lak ya tergantung pribadi masing masing. selama masih bisa jaga diri, membentengi diri dari hal hal negatif lak yo aman. wong ra fesbukan tapi kena goda macem macem we ya akeh.
temenbapaksaya3 : tanggaku kuwi ana sik kena imbas e fesbuk. cah wedok, kuliah semester akhir, ilang. bapak ibune bingung goleki, pas wis ketemu ternyata lunga karo kanca fesbuk e. lunga kuwi gawa duite ibune 90 juta, trus mbuh dinggo apa saiki wis entek. gek pas wis ketemu kuwi diajak mulih nggak gelem. pokoke yen nggak karo cah lanang konco fesbuk e kwi nggak gelem mulih.
temenbapaksaya1 : lha trus pripun, pak?
temenbapaksaya3 : ya mbuh kuwi, tekansaiki ya urung cetho.
bapaksaya : iku tanggamu ngendi?
temenbapaksaya3 : tangga sebelah omaku pas, mas. lak yo cah mumet ta?
bapaksaya : ya iku mau, kembali ke pribadi masing masing.
ibusaya : untung, nda, kowe nggak fesbukan.
saya : ( lah... kemarin nggak fesbukan disuruh suruh, sekarang diuntung untungin. hadoh2 moomy)
Tapi, semua itu emang kembali ke pribadi masing masing. Klise memang, tapi ya memang begitu adanya. . .
Rabu, 24 Februari 2010
Kamis, 11 Februari 2010
midnight dinner
hehehe
Rabu, 10 Februari 2010
sepotong obrolan
Bapaksaya : besuk yen bapak wis pensiun, kamar bapak ibu pindah ing mburi iki
Saya : lha napa ?
Bapaksaya : ing kene nggak bising, cedhak kebon, cedhak dapur. Trus omah bagian ngarep kontraken
Saya : ( lah…sejak kapan anak ngontrak rumah bapaknya?? )
Tadi pagi, pas bangunin saya
Ibusaya : bangunlah, anakku. Sesungguhnya anak lemot nanti dapat pacar lemot juga
Kemarin pulang les saya disodori segelas susu kedelai sama ibu saya
Ibusaya : ini hasil karya bapak
Bapaksaya : ( senyum bangga )
Ibusaya : nggak usah ngguya ngguyu. Wong brantaki dapur kok bangga
Bapaksaya : buk, aku nggak berantaki dapur, cuma menemukan salah satu cara susu kedelai tumpah
Saya : ( tiba tiba saya tau kenapa saya pinter ngeyel )
Hari minggu kemarin, saya pulang try out
Bapaksaya : kok dengaren akhir akhir iki jarang nonton?
Saya : nggggg….
Ibusaya : lha
Sore sore, lupa harinya
Saya : kok mundhut kaya ngeten, ngge napa, ib?
Ibusaya : dinggo ganti karpet cilik meditasi
Saya : hah? Mosok kaya ngeten?
Ibusaya : iyo, ngapa ta?
Saya : lha mbok nggih sik polos mawon
Ibusaya : jaman ibu cilik rung ana, saiki ibu pengen
Saya : ( yak, sepupu sepupu kecilku, silakan kalian bersaing dengan budhe kalian )
ini yang dibilang ibu saya buat alas meditasi
kalo menurut saya kaya karpet anak TK
Lupa kapan, di mall
Azzamadeksepupusaya : budhe, mosok niku mpun kaya mbah uti tapi pakaiane tesih kaya wong enom. Mboten patut
Ibusaya : lha ngapa t?
Azzamadeksepupusaya : kegenduten. Ibu ibu mboten patut pakaiane neko neko
Ibusaya : budhe iki nggak neko neko ya ayu
Saya : ( ampun dah! Narsisnya ibuku ini )
Lupa kapan
Saya : ib, meni-pedi mahal ta ?
Ibusaya : nggak, gratis malah
Saya : mosok ta, ib ?
Ibusaya : iyo, kana nggal ing mburi, nyuci pakaian dikucek kucek. Mengko kukumu kinclong
Saya : ( nyerah dah )
Senin, 01 Februari 2010
Mandi dengan Lilin
Maksud saya mandi dengan ditemani cahaya lilin
. Ini gara gara kemarin ada pemadaman listrik alias oglangan. . .