Tampilkan postingan dengan label dari mana mana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dari mana mana. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 April 2012

Tentang Bunga untuk Kekasih

Saya merasa kasihan pada cowok yang kasih bunga ke pacarnya. Dalam hal ini saya tegaskan, pacar si cowok adalah seorang cewek a.k.a wanita a.k.a perempuan, bukan yang lain-lain.
Kenapa kasihan? Karena bunga apapun yang diberikan pasti mengundang lalat perdebatan antara si cowok dengan si pacar.

Bunga imitasi

Cowok : ini buat kamu. (senyum, kasih bunga)
Cewek : wah, makasih ya. (terima bunga, sumringah)
Cewek : (mencium bunga, BUNGA. BUKAN SI COWOK. Belum muhrim)
Cewek : ini mawar tapi kok bau parfum kamu? Bunganya imitasi ya?
Cowok : iya, sayang. Biar awet.
Cewek : imitasi?? Bunga palsu?
Cowok : iya, sayang. Kalo bunga segar, ntar cepet layu, nggak tahan lama. Jadi bunga imitasi aja, biar awet kaya cintaku padamu.
Cewek : huh! Biar awet atau cinta kamu ke aku emang palsu?!
Cowok : ....

Bunga segar

Cowok : ini buat kamu. (senyum, kasih bunga)
Cewek : wah, makasih ya. (terima bunga, sumringah)
Cewek : (mencium bunga. Sekali lagi, yang dicium BUNGA. BUKAN SI COWOK. Belum muhrim)
Cewek : wah, wangi. Bunga segar ya, sayang?
Cowok : iya, sesegar cintaku padamu.
Cewek : tapi ntar layu. Hmm.... jadi, cintamu ke aku bakal cepet layu juga?!
Cowok : ....

Bunga bank

Cowok : sayang, aku kasih bunga ke kamu lho.
Cewek : bunga? Lho, mana bunganya?
Cowok : coba lihat akun kamu di bank.
Cewek : jadi, kamu kasih aku bunga bank?
Cowok : iya. (senyum)
Cewek : kamu pikir aku cewek matre apa?!
Cowok : ....
















Jadi, kalian para lelaki, berhat-hatilah saat akan memberi apapun kepada pacar kalian. Sekian. Terima kasih.

Kamis, 19 Januari 2012

Mad of Korea


I think I have just begun to be mad of Korea.

It is not because of the beautiful Korean boys, but because of the culture, the country, and the nature. Yes, I fall in love with the country, not the made in Korea entertainers.

It is the matter of Arirang channel. Holyday gives me plenty of time to spend in front of magic box. Fed up with Indonesian TV shows which tend to be different but alike, I go to some international channel, and in some last days, I put my eyes on Arirang. Geeee! Korea, I mean South Korea, is simply amazing. The atmosphere is so lovely. Its people are spreading positive feeling everywhere. Its landscape is simply beautiful providing tons of admirable scenery. And its food is the most interesting thing for me! As far as I know, there is no fried dish in their diet. Tons of vegetable and fruits are in their diet. All the dishes are slow cooked. Pity me haven’t ever done any Korean dish foodsampling, but I promise that I’ll do it as soon as I find a Korean restaurant around!

Its culture and modern lifestyle get along together very well as Japan has. But, I prefer Korea rather than Japan. Why? Dunno. The answer remains unclear. It is simply like why men love playing football while women love shopping, why in an hot day I prefer having mango sorbet to chocolate puding.

Its traditional costum is just so amazing as well. I love the cutting, the combination, the way Korean people wearing it, and likewise. And the best thing about Korean costume is because it is completely covering “aurat”, hence I thing it will be simply match with Moslem style. I am a Moslem, anyway.

The fact that Korea is four season country is also lovely. I am always dreaming on experiencing white winter with snow on the roof, water crystal hanging on the branches of no leaves trees, and fozen lakes, fountains, as well as rivers. But, above all, I am interested in feeling spring atmosphere in which flowers begin to bloom, river flows for the first time, sun shines but the wind keep blowing smoothly. It is such a new beggining.

Oh, KTO, pleaseeeeeee, I beg you, bring me thereeeeeee!

Senin, 09 Mei 2011

Perubahan

Kemasan Frozz ganti. Nggak secara keseluruhan sih, cuma desain stikernya. Tapi tetep aja ganti, jadi beda...


Menurut saya, bagusan yang desain lama. Lebih minimalis, lebih "ngena" aja.

Emang nggak semua perubahan selalu lebih baik. Kadang stagnasi adalah yang terbaik.

Selasa, 09 November 2010

Curhat Merapi

Semesta raya selalu misterius. Ibarat cewek, dia selalu membuat cowok cowok penasaran. Setiap hari para ilmuwan bekerja, meneliti, menghabiskan waktu mereka di depan simulator, mikroskop, teropong, monitor pengendali satelit, dan aneka rupa peralatan lainnya demi menguak satu per satu misteri yang disimpan semesta. Tapi ribuan hari yang mereka habiskan belum mampu menyingkap tabir semesta. Keterbatasan manusiakah? Atau Tuhan terlalu kaya akan ilmu pengetahuan? Entahlah.

Makin hari cuaca juga makin nggak bersahabat. Ibarat cewek yang lagi didekati cowok, dia tarik ulur terus, sok misterius. Cuaca pun demikian, tiap hari selau bikin geregetan sampai sampai Sherina nyanyi
geregetan, oh aku geregetan. Apa yang harus kulakukan...


Hawa panas ditengah guyuran hujan yang membabi buta dan terkadang hawa dingin misterius di pagi hari meskipun matahari bersinar cerah ceria. Mungkinkah Kementrian Sihir telah kehilangan kendali atas dementor dan dementor pun berkeliaran? Entahlah.

Indonesia negara tropis yang memiliki 2 musim pun seperti tidak bermusim lagi. Tidak jelas kapan musim hujan, kapan musim kemarau, sepanjang tahun adalah musim hujan-kemarau. Seolah olah kedua musim itu telah berikrar akan berduet bersama macam Anang-Syahrini. Kalau kata lagu ada Desember Kelabu, sekarang setiap bulan adalah kelabu. Bulan Juni yang seharusnya kita mandi matahari, ternyata diguyur hujan juga. Dan itu berefek pada banyak hal. Dunia fashion misalnya. Pagi yang dingin membuat orang memilih memakai baju tebal, tapi siangnya ternyata panas terik. Bikin banyak orang jadi saltum, salah kostum. Atau bahkan sebaliknya. Pagi hari ternyata udah panas, orang orang jadi memilih memakai baju yang bahannya adem, tapi ternyata siang hari entah darimana ada hawa dingin yang bikin merinding (saya masih berkeyakinan ini efek dementor). Kalo udah kaya gini, AC, kipas angin, kipas sate, heater dan lain sebagainya tidak terlalu membantu manusia untuk survive. Dan yang lebih menyesakkan dada adalah hujan belang. Disini hujan, tapi 500 m kemudian panas terik, lalu 1 km kemudian gerimis, dan 1,5 km berikutnya hujan deras dan selanjutnya panas memanggang lagi.

Gunung-gunung berapi yang sebelumnya adem ayem, senyum bersahabat, pun kini menampakkan taringnya. Diawali beberapa bulan lalu, Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang katanya sudah mati tapi bergejolak lagi. Kemudian disusul Gunung Merapi di Jogja-Jateng yang juga nglilir dari tidurnya. Dan sekarang gunung-gunung berapi lainnya pun ikut bergejolak. Seolah olah mereka iri dengan Sinabung dan Merapi yang begitu diperhatikan para ahli vulkanologi akhir akhir ini.

Dan bangkitnya Merapi , nampaknya, yang paling menghebohkan. Merapi ibarat orang masuk angin, mual-mual dan muntah mulu. Jogja yang panas jadi semakin panas karena Merapi masuk angin. Kaya air dimasukin teko listrik trus dimasukin microwave dan ditaruh di atas kompor, panasnya berlipat lipat. Kalo udah kaya gitu, orang orang cari pelampiasan pada aneka minuman dingin. Ikut seneng deh saya ngeliat yang jualan juice, es pisjo, es doger, milkshake, es dawet ayu cakep, cantik, maupun ganteng, es krim, es buah, es teler, es cincau, es campur, es batu pasir, bata, maupun batako, pada senyum seneng dagangan mereka laris. Tapi itu hanya sampai sekitar dua minggu yang lalu sebelum awan panas menyembur ke segala arah. Sekarang mereka semua pada ngungsi. Sekolah sekolah di Jogja, Magelang, dan sekitarnya diliburkan. Desa desa di lereng Merapi jadi padang abu. Jadi kaya kota mati. Di mana mana debu. Daun nggak hijau lagi, tapi abu abu. Air hujan nggak bening lagi, tapi kecoklatan. Udara nggak bikin lega lagi, tapi bikin bersin. GOR UNY yang biasanya ramai dengan orang jogging jadi ramai dengan orang ngungsi. Gelanggang Mahasiswa UGM yang biasanya ramai orang orang pada kongkow kongkow jadi ramai orang ngungsi juga. Daerah Maguwo yang biasanya bising dengan suara mesin pesawat jadi ramai suara sirine. Dan ternyata nggak hanya Jogja dan seputar Merapi yang ramai dengan kerikil, pasir, dan abu yang turun dari langit, bahkan Ciamis dan Bandung pun ikut dibagi abu oleh Merapi. Merapi emang baik, dia berniat baik membagi abunya sama rata ke berbagai penjuru, tapi sayang niat baik tidak selalu diiringi hasil yang baik. Niat baik Merapi itu pun justru meresahkan.

Tapi tak apalah, saya nggak sepenuhnya marah, sebel, kesel, kecewa karena nglilirnya Merapi. Kenapa? Karena saya jadi libur 1 minggu. Saya juga jadi ngerasain hujan kerikil, pasir, dan abu, juga ketiganya mixed dengan air. Saya jadi kepikiran, kalo saya bisa bertahan 1 minggu aja di Jogja dengan keadaan demikian, mungkin saya jadi bisa langsung buka toko material bangunan tanpa modal sepeser pun. Tapi untung saya masih waras, jadi saya pilih pulang kampung, ngungsi ke kaki Gunung Lawu, home sweet home, dan bercerai dengan jas hujan dan masker. yang harus selalu melekat pada saya setiap keluar rumah di Jogja. Nggak perlu sedih, menggerutu, atau pun marah, semuanya di nikmati aja. Kalo kata iklan rokok enjoy aja, kalo kata Bondan ya sudahlah..., kalo kata She let it flows...

gambar pertama dan ke-2 dari kost saya
gambar ke-3 Jakal Km 5, 5 November 2010, 06.53
gambar ke-4 Stasiun Lempuyangan, 5 November 2010, 12.10



Minggu, 10 Oktober 2010

Cuma pengen posting di tanggal istimewa ini. Sebenarnya ada banyak ide, tapi entahlah. Tiba tiba saya jadi malas ketik mengetik. .

If someone took everything you live for... How far would you go to get it back?
-Kyle Pratt-Flightplan


Selasa, 31 Agustus 2010

Cerita Cuci Mencuci

Dua cerita karena cuci mobil. Nggak penting sih, tapi sayang aja kalo nggak ditulis, takut lupa. Kalo lupa kan jadi nggak inget, nggak bisa ngetawain diri sendiri jadinya…


Kejadiannya udah lama, lupa kapan tepatnya.
Tempat : car wash lupa namanya, selatan masjid Al Mukaromah
Kebetulan lagi sepi, cuma ada satu mobil sebelum saya. Saya nunggu di ruang tunggu yang kosong, nggak ada orang. Selang 5 menit ada bapak bapak datang.

Sibapakbapak : nyuciin mobil, mbak?
Kepompong : iya, pak.
Sibapakbapak : masih SMA ya?
Kepompong : iya, pak. ( kebetulan saya pake rok putih, kaya rok seragam SMA. Lagian waktu itu saya belum masuk kuliah, jadi anggap aja masih anak SMA )
Sibapakbapak : SMA mana, mbak?
Kepompong : SMA 1 KRA, pak.
Sibapakbapak : oh, ya deket. Cuma tinggal ke selatan dikit.
Kepompong : hehe, iya, pak. ( iya iya mulu, kaya pembantu baru )
Sibapakbapak : hebat ya anak SMA jaman sekarang.
Kepompong : emang kenapa, pak?
Sibapakbapak : masih SMA aja mobilnya udah Camry. Saya yang udah kerja berratus ratus berpuluh puluh tahun mobilnya cuma Kijang, itu pun tahun 2000
Kepompong : hah? Siapa tuh, pak?
Sibapakbapak : lha ya mbaknya ini. Itu mobil mbak kan? ( sambil nunjuk si camry item )
Kepompong : Bukan, pak! Itu bukan mobil saya. Punya saya yang biru itu, itu pun punya ibu sama bapak saya, saya cuma disuruh nyuciin aja.
Sibapakbapak : oh, saya kira itu mobil mbak.

Kesimpulan :
1. saya punya muka orang kaya. Biar pun masih SMA udah dikira jadi owner Camry.
2. saya punya muka orang rajin nabung. Jadi bisa menang undian tabungan dari BNI/ Mandiri/ entah bank apa, mungkin bangbangtut, dapat si Camry item.



***


Kejadian paling hangat, Minggu kemarin di depan rumah.

Secara ini lagi bulan puasa dengan matahari yang lagi semangat semangatnya membuat orang semakin haus bin dahaga, saya dengan senanga hati menawarkan jasa mencuci mobil tanpa bayaran serupiah maupun segenggam berlian pun kepada ibu saya. Siang siang, panas panas, main air. Betapa indahnya bulan puasa ini. .

Pas lagi seru serunya main air berduet dengan selang air, ada telepon. Angkoooottt!
Ternyata dari temen saya.

Kepompong : halo, assalamua’alaikum.
Temensayadiujungcorong : eh, pembantumu baru ya? ( beuh! Boro boro jawab salam, nanya nomernya bener atau nggak pun tidak )
Kepompong : persimi, ini dari sapa ye?
Temensayadiujungcorong : halah, ini *tiiiittt* ( dia sebut nama ).
Kepompong : oh. Apa tadi? Pembantu baru? Nggak i. Kenape ?
Temensayadiujungcorong : gapapa. Cuma tadi pas lewat rumahmu kok ada sesosok perempuan nyuci mobil. Tak pikir pembantumu baru.

Beeeeehhhh !!! Itu aku, temaaaannnnn !!!!

Saya yang berniat berbuat baik di bulan yang baik ini malah dikira pembantu baru.
*ngusap ingus + air mata.

Kamis, 12 Agustus 2010

The Last Solo Trip

Perjalanan dimulai dari kampus ijo saya.

Dari kampus ijo ke stasiun Lempuyangan naik TransJogja. Ini pertama kalinya saya naik TransJogja, sendiri pula. Jadi saya masih buta. Ijo kaya kampus saya. Begitu masuk halte, petugas langsung menyapa dengan ramahnya plus senyum sumringah karena abis makan rujak, ”Selamat siang, mbak. Mau ke mana ? ”. Saya jawab mau ke stasiun Lempuyangan trus saya bayar 3000 lalu saya daptkan itu TransJogja card yang warnanya ijo kaya kampus saya. *Kok ijo semua ya ?

Saya masukkan itu kartu ijo ke mesin, saya jalan maju ke palang.

Lho kok nggak bisa lewat?

Saya dorong palangnya.

Kok masih nggak bisa lewat?

Saya liat mesinnya lagi.

Ternyata si kartu ijo saya belum masuk.

Dodol Karanganyar eksis di Jogja juga ternyata.

Dari halte kampus ijo ke stasiun Lempuyangan naik bus 2B tanpa transit. Seharusnya 10 menit aja cukup. Tapi apa yang terjadi pada saya? Saya butuh 1 jam!

Jadi ternyata saya salah naik bus. . Akhirnya saya malah keliling Jogja dulu. Transit di kira kira 4 halte sebelum akhirnya turun di halte SMP 5 Kridosono. Emang ya, dodol Karanganyar nggak ada matinya, tetep aja eksis di Jogja.

Dari halte SMP 5 Kridosono saya masih harus naik kaki kira kira 1 km ke stasiun Lempuyangan. Biarpun matahari bersahabat lagi banyak diskon, plus ada tambahan diskon buat pemilik MCC dan banyak pohon yang dengan baiknya membagi suplai oksigen gratis, jalan kaki 1 km di siang bolong tetep bikin kemeja basah dan kerongkongan kelontangan. Tapi tetep asik kok. *menghibur diri.

Ada kejadian yang menegangkan pas saya jalan kaki dari halte. Saya diikuti seseorang. Seorang nenek nenek tepatnya. Nenek itu diem aja, tapi ngikuti saya. Tiap saya nengok si nenek ngliatin saya. Pikiran saya udah ke mana mana.

Nih nenek mau apa ya? Waduh, gimana kalo ternyata nenek itu orang sakti trus saya diculik? Mending kalo punya cucu cakep, saya mau. Lha kalo punyanya kambing cakep? Masa iya saya harus pindah jurusan jadi gebetan kambing??

Kelewat takut, saya setengah lari. Eh, si nenek masih ngikutin juga. Jalannya dicepetin. Bodo amat ah, saya tetep jalan cepet plus rada lari aja. Akhirnya setelah 15 menitan yang berasa 15 hari yang penuh deg deg byar, saya nyampe stasiun. Dan ternyata si nenek masih ngikutin saya!

Masyaallah. Ada apa to ini? Itu nenek siapa? Ya Allah lindungi hambamu yang ramah dan nggak sombong ini.

Nggak tahan deg degan dan penuh tanda tanya mulu, akhirnya saya berani beraniin deketin si nenek dan tanya.

Kepompong : mbah, nyuwun pangapunten, wonten napa nggih kok kit wau ngetutaken kula?
Sinenekmisterius : anu, nak. Kula niki tiyang sepuh (iye, gue juga tau. Keliatan kali rambut mbah udah pada putih). Kula badhe nyuwun toya, kula ngelak, nak.
Kepompong : guling guling di tengah rel, ketawa ketawa ngakak.
Kepompong : oalah, mbah. Lha mbok nggih ngendika kit wau. Menawi ngaten simbah boten isah ngetutaken kula.

Gila aja. Saya udah ketakutan stengah hidup, mikir macem macem, eh ternyata si nenek cuma mau minta air minum. Masyaallah. Konyol banget.

Kelar urusan sama si nenek, pas banget sama kereta datang. Alhamdulillah saya masih dapat tempat duduk. Kereta rada sepi, mungkin lagi nggak musim liburan + belum waktunya para pencari harta pulang kerja kali ya. . Karena kereta yang sepi dan didukung angin sepoi sepoi yang menerobos jendela, jadilah ngantuk menyergap saya. Pas lagi setengah tidur, tiba tiba duarrrr! ada suara yang memekakakan telinga tepat dari arah depan saya. Kaget dong saya. Langsung melek, ilang kantuk saya.

Saya tengok tengok.

Penumpang masih pada asik sendiri.
Kereta juga masih jalan.

Trus, tadi kenapa dong?

Belum ilang penasaran dan kaget saya, tiba tiba suara yang sama terdengar lagi.

Dan ternyata oh ternyata, itu tadi suara anak kecil di depan saya. Masyaallah, nggak nyangka banget deh. Tadi pas saya tengok tengok dia tuh diem aja, asik sama mainannya, tapi ternyata dialah sumber suara berisik nan memekakan telinga. Lebih tepatnya mulut kecilnya yang ngemut dot itulah penyebab suara berisik macam suara kentut gorilla kebanyakan makan ketela.

Di sini pepatah don’t judge a book by its cover bener bener berlaku. Bungkusnya sih imut, innocent, tapi sekalinya buka mulut bikin penging telinga.

Tapi ternyata nggak cuma pita suara anak itu aja yang menggelegar, dia itu super duper aktif, nggak bisa diem. Mungkin karena udah bosen sama mainannya ( padahal belum ada 15 menit perjalanan ), itu anak bergerak mulu, bener bener nggak bisa diem. Awalnya sih cuma di tempat dia, duduk-berdiri-duduk-berdiri gitu gitu mulu, tapi trus dia jadi makin menggila. Lompat lompat di kursi, lari lari di koridor yang untungnya sepi, dan lama lama dia gelantungan di besi dinding kereta. Ampun dah! Masyaallah nih anak. Nyidam apaan ya dulu emaknya pas hamil??

Saya yang cuma ngeliatin aja jadi capek, tapi kayaknya si anakkecilnanaktif itu nggak ada capeknya. Dan taukah Anda apa yang emaknya lakukan?? Jawabannya adalah, jeng jeng jeng

Tidur.

-_______-

Tidur yang bener bener tidur. Pules macam tidur di kamar president suit di sebuah hotel berbintang tujuh + bintang kejora + bintang Pak Jendral. Anaknya lari lari, lompat lompat, gelantungan sambil sesekali menggetarkan pita suara dengan berisiknya nggak mempan mengusik si emak dari tidurnya. Entah kecapekan ato kenapa, tapi si emak anakkecilnanaktif itu benar benar tidur dengan pulas sampai rada mangap gitu.

Hal menarik di kereta siang itu adalah dua orang wanita yang sangat berbeda yang duduk bersebelahan di arah jam 2 di depan saya. Yang satu pake jilbah selebar seprai + abaya yang super longgar lengkap dengan kaos kaki dan sarung tangan, cuma minus burkak aja, dan yang satunya cuma pake baju cuma secuil, tanpa lengan, hanya menutupi setengah paha. Masyaallah, cuma jarak berapa centi aja beda kontras banget, ini contoh nyata pluralisme. Yang satu cuma keliatan mukanya, yang satu keliatan apa apanya. Dan ternyata, mereka itu kakak adik, sodara kandung.

Heleh, tau dari mana kamu, Pong ?? Karena suatu hal ( si embakjilbabseprai minta tisu ) saya nggak sengaja jadi ngobrol sama mereka berdua. Dan terungkaplah bahwa ternyata mereka berdua itu sodara. Saya cuma bisa geleng geleng kepala angguk angguk tunduk tunduk. Asalnya dari rahim yang sama tapi kok bisa beda banget gitu ya??

Tapi dari solo trip saya kemarin itu saya jadi lebih yakin tentang syair dari Imam Syafii :

Orang pandai dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkanlah negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah lelahlah, manisnya hidup akan terasa setelah leleh berjuang

Hanya dalam waktu kira kira 3,5 jam saja saya sudah bertemu macam macam orang, mengalami berbagai hal baru, melihat berbagai warna baru, mendengar berbagai suara, merasakan berbagai atmosfer. Apalagi kalo saya benar benar sudah mantap menjadi anak rantau di negeri orang nanti? Betapa banyak hal hal baru yang bisa saya serap untuk memperkaya diri saya. Allah memang Maha Kaya. .

Minggu, 25 Juli 2010

yang mana?


dodol Winda

ataukah

Winda dodol

??

Selasa, 13 Juli 2010

The Football Things

The time for FIFA Worldcup 2010 is over and the time for FIFA Worldcup 2014 has begun.

Dari sekian banyak negara di dunia ini, negara yang saya suka ( selain tanah air saya, Indonesia ) adalah Belanda. Dulu saya nggak tau kenapa saya suka, saya suka ya suka aja. Tapi sekarang kalo ditanya kenapa saya suka sama negaranya kompeni itu saya tau alasannya, Leiden. Sebuah kota yang saya tau punya universitas tertua di Negeri Oranye itu yang cerita dibalik berdirinya ngasih pelajaran bahwa kebutuhan akan ilmu mengalahkan egoisme orang sekota. Leiden juga salah satu kota di Belanda yang punya hubungan paling baik dengan indonesia. Di Belanda juga banyak ahli tata kota, saya suka. Belanda ada di nomor satu daftar negara yang bakal saya kunjungi kalo suatu saat nanti saya dapat kesempatan jalan jalan ke luar negeri. Ya, suatu saat nanti. .

Tapi kalo urusannya tentang FIFA Worldcup, saya dukung Jerman. Saya nggak ngerti tentang sepak bola. Nggak ngerti tim negara mana yang oke, nggak ngerti siapa pemain yang jago, nggak ngerti yang mana pelatih yang canggih, bahkan siapa pemain yang ganteng aja saya nggak ngerti.

Kata orang Cristiano Ronaldo itu cakep, tapi cakep dari mana?? Biasa aja deh menurut saya. Menurut saya semua kaum adam itu cakep, cakep dengan kadar masing masing. Yang bisa dikaterogikan cakep yang bener bener cakep secra fisik itu menurut saya yang enak dilihat. Enak/ tidaknya seseorang untuk dilihat itu relatif, tergantung pendapat masing masing. Urusan selera itu lokal banget. Jadi ya itu semua kembali ke masing masing. Oke Cristiano Ronaldo, Klose, Iker Cassilas, Lionel Messi, dsb emang cakep dengan cara mereka sendiri dan menurut banyak kaum hawa mereka itu cakep yang bisa menghilangkan dahaga mereka, tapi menurut saya mereka itu ya biasa aja, bukan cakep yang kategori saya. Kok malah ngomongin cakep ya? Oke, skip this.

Yang saya tau tentang sepak bola itu cuma jumlah pemain tiap tim 11 orang, ada keeper, pemain belakang, gelandang, striker. Saya nggak tau aturan mainnya selain kartu kuning dan merah. Tapi saya sepenuh hati dukung Jerman. Menurut saya tim Jerman mainnya oke, nggak tau deh alasannya apaan. Pokoknya saya dukung mereka aja. Tapi ternyata Jerman nggak masuk final, ya wislah makin buta aja saya tentang Piala Dunia kali ini. Yang ketemu di final adalah Belanda dan Spanyol dan juaranya adalah Spanyol. Agak kaget juga sih saya. Menurut saya ( lagi lagi ) Jerman sama Argentina ( yang seragamnya biru muda, bener kagak? ) mainnya lebih bagus deh. Tapi nyatanya mereka bukan juaranya dan musti puas dengan tidak masuk jadi finalis dan pulang duluan ya terima ajalah. No more “menurut saya tim blablabla”, no more sok tau tentang sepak bola.

Tapi saya rada jijay tralala deh kalo nonton sepak bola. Mereka tuh ya, para pemain tuh pada suka ngludah. Sering malah. Bentar bentar cuih. Tuh lapangan macam tempat ngumpulnya sample saliva macam macam orang dari macam macam negara. Apa sih maksudnya mereka ngludah gitu?

Ada satu hal pengiring Piala Dunia yang menurut saya ngeganggu. Ramalan ramalan, prediksi prediksi pemenang. Bikin hawa penasaran, excited tapi takut yang gimana gitu jadi berkurang. Nggak peduli deh ya yang ngeramal itu mau gurita, paus, lumba lumba, ato cebong sekalipun, menurut saya itu ngeganggu ( ato malah ngebantu buat yang pada taruhan?? ). Macam ada yang ngeduluin gitu. Apa ya bahasanya? Spoiler? Hmm…. Ya, spoiler. Kesel kesel tuh gurita gw bikin takoyaki deh.

Tapi apa pun itu ke-sok-tahuan-saya, itu cuma pendapat pribadi yang nggak ngaruh sama sekali buat jalannya musim penggila bola kali ini. Bahkan didengar orang pun tidak. Mungkin kalo ada penggila bola yang denger, mereka bakal komentar “nih orang ngapain sih? Nggak banget deh. Ngerti juga kagak, ngapain belagak komentar komentar gitu. Apa pula gunanya ?”.

Sabtu, 26 Juni 2010

Teroris, Detol, dan Blackberry

“… seorang teroris ditangkap di Klaten dan akan diterbangkan ke Jakarta sore ini ...”
Gimana ya kalo teroris teroris itu udah pada canggih canggih dengan bikin bom yang dipasang di badan mereka dan pemicunya bukan tombol, tuas atau semacamnya tapi suatu zat misalnya salah satu jenis asam amino, salah satu jenis gula, protein tertentu atau yang lainnya? Jadi buat meledakkan bom yang ada di badan mereka, mereka tinggal makan makanan yang mengandung zat pemicu tersebut trus duaaaarrrr. Lancar sudah bom bunuh diri mereka.

“wanginya sehat”
Itu kata iklan detol. ( sebut merk. mind my word.)
Perasaan aromanya kaya aroma karbol deh. Jadi aroma sesuatu yang sehat itu macam aroma karbol gitu? Jadi mandi yang sehat itu mandi yang berasa bilas pake air karbol gitu?

Jepang, China, Korea, dan beberapa negara lain punya alfabet sendiri. Jadi hp dengan qwerty keypad macam Blackberry nggak laku di sana dong?

Jumat, 04 Juni 2010

back song teh kotak

Adakah yang bisa membantu saya mendapatakan mp3 atau mp4 dari back song iklan teh kotak?

Kira kira begini salah satu bagian dari liriknya :
come back time
i need to feel the ground
feel again
....
and i will find my way